Hai...hoho aku mau cerita nih
Bulan lalu tepatnya tanggal 23-25 Februari aku mengikuti kegiatan Kampung Bidikmisi yang diadakan oleh Universitas Tidar, Magelang. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai mahasiswa bidikmisi Perguruan Tinggi Se Jawa Tengah dan DIY. Salah satunya dari kampusku. Yak, perwakilan dari STBA LIA Yogyakarta ada 3 orang, aku, Ummi, dan Kak Eka. Dari awal memang sudah tertarik ikut acara ini karena acaranya berbentuk seperti social awareness begitu. YA semacam pengabdian masyarakat. Disana kita menginap selama 3 hari 2 malam. Kampung Bidikmisi dilaksanakan di Desa Girimulyo, Windusari, Magelang. Atau bisa dikatakan di kaki Gunung Sumbing. Pemandangan desa disana sangat indah sangat eh.
Btw, maaf kalau bahasanya agak formal.
Kita berangkat hari Jum'at pagi, naik motor. Dan itu untuk pertama kalinya aku bawa motor sendirian dengan jarak paling jauh. Kumpul di terminal Jombor, karena kita ada janjian sama temen dari kampus lain. Setelah itu sekitar pukul 9 an lebih kita berangkat. Lewat jalan Jogja Magelang yang menurutku agak rusak parah hehe
Sampai di Alun-alun Magelang kurang lebih pukul 11 an dan kami langsung dijemput oleh panitia untuk menuju Universitas Tidar.
Setelah itu kami berkumpul di ruangan semacam aula. Terlihat berbagai perwakilan kampus mengikuti acara tersebut. Aku dengan sabar menunggu acara resmi dibuka.
Kalau tidak salah, hari itu adalah hari Jum'at sehingga acara baru dimulai setelah Jumatan.
Setelah pembukaan, kemudian ada pembagian tim. Aku mendapatkan tim yang beranggotakan sekitar berapa ya aku lupa. 9 atau 10??? Sungguh lupa. Beberapa diantaranya merupakan mahasiswa Jogja dan Jawa Tengah sehingga kami pun berkomunikasi dengan bahasa Jawa aeee ges wkwk.
Kemudian setelah koordinasi dengan panitia. Sore harinya sekitar jam 2 an kami berangkat ke desa tujuan menggunakan truk. Pertama kali pengalamanku naik truk bareng-bareng gitu ðŸ˜
Asik sih tapi aku juga degdegan wkwk.
Setelah perjalanan kurang lebih satu jam an, kami sampai di desa tujuan yaitu Girimulyo, Windusari, Magelang. Di kaki Gunung Sumbing.
Tempatnya memang cukup dalam dan pelosok. Namun ku akui pemandangannya indah.
Kami langsung menuju aula desa(?) Untuk mendapat sambutan dari TNI, atau kepala desa setempat. Benar-benar simulasi KKN sih ini.
Setelah itu kami menuju rumah masing-masing. Jadi 1 kelompok akan ditempatkan di 1 rumah. Dan kebetulan kelompokku dapat rumahnya Pak RT atau RW, aku lupa banget 😠huft.
Jujur ya begitulah kami tinggal disitu selama 3 hari. Agak kurang nyaman, tetapi jalani saja. Ya itung-itung merasakan jadi orang susah. Huhu. Jadi rumahnya model rumah lama gitu, dan ya tau lah, lantainya saja tidak berkeramik, tetapi disemen. Kamar mandi agak terbuka, pintu alakadarnya dan tidak aman juga karena gampang banget dibuka. Banyak nyamuk, dingin banget, dapur ya lumayan oke. Kamar tidur ada tetapi kami sekelompok memutuskan tidur di ruang tamu bersama-sama saja. Jadi cuma disekat aja antara cewe dan cowo.
Oke deh singkat cerita.
Hari ke-2
Aku bertugas mengajar di SD karena masing-masing anggota tim punya role berbeda-beda. Dan aku memilih untuk mengajar saja. Yang lain ada yg ikut bapak berkebun, di sawah, dll. Ada yg ngajar di TPA, ada yg sosialisasi kesehatan, ada yg ikut lomba, dan masih banyak lagi.
Sementara itu aku memilih jadi guru di SDN Windusari. Aku bersama 3 orang lain dari tim lain dan dari kampus yang berbeda-beda. Kami waktu itu mengajar sejarah dan bahasa inggris saja. Dan murid kami ajak main main di halaman.
Singkat cerita, malam hujan deras.
Hari ke-3 ada senam bersama dan jalan sehat. Seperti senam jalan sehat pada umumnya. Panitia bagi bagi door prize juga kepada warga.
Kemudian setelah acara tersebut kami beres beres semua barang dan berkemas untuk pulang.
Tidak banyak yg ingin ku katakan karena aku sudah agak lupa banget detail acaranya huhu. Tapi aku bersyukur bisa mempunyai pengalaman ini. Karena jujur dari kampus aku tidak ada program KKN, jadi ini cukup bagus sih untuk aku bisa merasakan secuil pengabdian di daerah pelosok.
Begitulah pengalaman aku mengikuti acara Kampung Bidikmisi 2018 ini. Semoga bisa menjadi pelajaran berharga dan membuatku lebih bersyukur lagi dengan hidup.