Sabtu, 19 Oktober 2019

Suka Duka Menjadi Mahasiswa Bidikmisi

Haloo, readers dimana pun dan siapa pun kalian! Selamat pagi/siang/sore/malam.

Jujur aku mulai jarang membuka blog, apalagi posting di blog. Maklum sedang sibuk kuliah dan sebagainya. Ya begitulah kehidupan setelah memasuki dunia perkuliahan tidak pernah bisa aku tebak. Ku kira bakal tetap bisa beraktivitas seperti dulu-dulu tetapi nyatanya tidak. Haha!

Okay, tidak perlu basa-basi lagi, kali ini mumpung aku lagi ada mood buat ngeblog, aku mau berbagi pengalaman yang mana ini adalah pengalaman ku sendiri guys. Benar-benar terjadi di kehidupanku sebagai seorang mahasiswi.

Jadi, yang belum kenal aku, perkenalkan aku Lulu! Sekarang kuliah semester 5 jurusan Sastra Inggris di kampus swasta di Jogja dan tinggal di Jogja juga. Aku adalah mahasiswi penerima beasiswa bidikmisi angkatan 2017. Salam kenal yah!

Sebelum aku menerima beasiswa bidikmisi ini, aku sudah kuliah di salah satu PTN di Jogja juga tetapi reguler. Itu aku mendapat UKT ter-rendah yaitu 500.000. Akan tetapi jurusan kuliahku yang lebih mengutamakan praktek alias berbasis vokasional, membuat ku terbebani pada pembiayaan peralatan praktek. Menginjak semester 3, aku tidak sanggup, semakin banyak hal yang dibutuhkan untuk menyokong perkuliahan. Alhasil aku keluar dan mencari kampus swasta yang membuka pendaftaran beasiswa bidikmisi dan dapatlah kampusku yang sekarang ini. Alhamdulillah, Tuhan melancarkan semuanya!

Skip---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sudah 2 tahun atau hampir 5 semester aku menjalani kehidupanku di kampus baruku ini. Berbagai drama kehidupan kampus bukanlah suatu hal yang asing lagi. Tak jarang aku menemui lingkungan pergaulan yang toxic dan menyebalkan. Itulah kehidupan kuliah. Sedikit ekspektasi dan banyak tak sesuai harapan. 

Menjadi mahasiswa bidikmisi bukanlah hal yang buruk, tetapi bukanlah hal yang menyenangkan pula. Kenapa? Sebenarnya itu semua tergantung pada masing-masing orang. Bagaimana menjalaninya dan menekuninya. Bagiku, ya seperti itu, tidak senang tapi juga tidak buruk. Moderate.

Apa aja -suka- nya menjadi mahasiswa bidikmisi?

1. Kuliah gratis, dapat uang saku. 
Tentu! Bidikmisi memang identik dengan kuliah gratis. Uang saku? Tentu pula! Aku sangat bersyukur bisa kuliah dengan beasiswa ini. Sangat bersyukur karena di luar sana banyak pelamar bidikmisi yang tidak diterima dengan berbagai alasan. Uang bidikmisi ini, biasa cair 6 bulan sekali. Uang tersebut biasa aku gunakan untuk keperluan sehari-hari, ongkos ke kampus, makan, beli buku, fotocopy an, beli pulsa, kuota, dan sebagainya. Aku yakin kalau manajemen keuangan bagus, pasti tidak akan kurang kok uang yang dari bidikmisi itu. Ditambah aku tidak ngekos, tetapi jarak rumahku ke kampus lumayan jauh juga sekitar 20km dan itu memakan bensin yang luar biasa guys. Hehehe.

2. Lebih diperhatikan pihak kampus
Menjadi mahasiswa beasiswa apapun itu, tidak hanya bidikmisi, tetapi PPA, atau DIKPORA atau yang lainnya akan membuat mahasiswa yang bersangkutan ini lebih diperhatikan oleh kampus. Maksudnya gimana? Maksudnya ya, mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa ini akan dilibatkan untuk lebih banyak mengikuti acara pengembangan diri di luar kampus.

Ya begitulah. Jadi memang tidak mudah juga menjadi mahasiswa Bidikmisi. Ada banyak tuntutan dan harapan. Wkwk.

Namun suka sedih aja kalau ada yg benci sama kami karena ulah beberapa oknum yg mengatakan bahwa penerima Bidikmisi itu sebenarnya orang kaya.
Huft. I mean? Yang kamu lihat kebetulan seperti itu tapi bukan berarti semua seperti itu yah.

Well, yaudah that's it. So good luck in your life guys! Semoga kalian selalu dilancarkan rezekinya sehingga tidak perlu repot-repot cari beasiswa sana sini.