Sabtu, 25 April 2020

Battle of Corona

Baiklah, teman-teman... keadaan di seluruh dunia tiba-tiba berubah
Bumi lelah menghadapi ulah manusia
Manusia lelah menghadapi manusia
Kini, waktunya bagi mereka untuk istirahat sejenak
Bercengkrama dengan keluarga
Belajar mencintai tempat tinggal kita
Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung
Saatnya kembali merenung
Meratapi nasib kehidupan yang akan datang


Okay, itu hanyalah sebuah bait puisi yang aku tulis secara mendadak beberapa detik sebelum aku mengetik kalimat ini. Hehehe

Yah...sesuai dengan judul postingan kali ini. Pandemi Covid19 sudah berkeliling dunia. Parahnya, dia tidak hanya berkeliling, tetapi ikut campur pada kehidupan setiap individu di dunia ini. Dia menyerang siapapun tanpa mengenal pangkat dan derajat apalagi gender. Semua orang baik tua muda remaja menjadi sasaran empuk baginya. Dia terus-terusan menyerang dan sampai sekarang belum ada yang mampu melawannya.

Kan..ngedumel lagi...sok sastra banget sih lulu ini...

OK. Guys, sejujurnya ini sungguh-sunggu menyiksaku. Tapi bagaimana pun juga, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Ya.. mungkin kita kurang bersyukur saja selama ini sudah hidup beberapa tahun di bumi. Sejak kejadian ini, aku tidak pernah menyetuh bebek honda kesayanganku lagi. Aku tidak pernah memberinya makan. Jas hujan yang baru saja aku beli karena yang lama sudah sobek juga tidak pernah terpakai sekalipun. Helm ku berdebu di rumah, sepatuku berbaris rapi di rak. Aku tidak pernah mencuci kaos kakiku lagi. Aku pun tidak perlu repot-repot mencari peniti untuk dipakai di hijabku. 

Aku tidak pernah menyetuh lift kampusku, aku tidak menikmati rasanya buka puasa di kampus yang setiap harinya disuguh kurma dan teh panas. Aku tidak bisa merasakan dinginnya AC di setiap kelas. Aku tidak lagi merasakan betapa lelahnya berjam-jam melawan arus macet di jalan gejayan, jalan kaliurang dan sebagainya. Aku tidak pernah bertemu teman-teman dan dosen lagi. 

Aku tidak lagi bersusah payah bikin materi atau soal untuk ku ajarkan pada anak-anak yang les bahasa inggris di selatan kampus UII. Aku juga tidak pernah datang lagi ke kantor dimana aku bekerja tepat di ringroad utara yang jauh disana. Semua hal yang membuatku lelah secara fisik tiba-tiba break.

Aku tidak lagi merasakan bagaimana aku setiap hari mampir ke Indomaret untuk sekedar membeli minuman botol, coca cola, pristine, atau sariroti. Aku juga tidak bisa curang jajan di mekdi setiap kali aku merasa stress terhadap dunia perkuliahan dan pekerjaanku. Aku tidak bisa curang jajan caddburry atau silverqueen atau dove supaya aku bisa tenang. Aku tidak bisa jajan sepuasnya yang aku mau karena aku harus berada di rumah setiap hari dan pola makanku sangat terjaga. 

Yah...sebuah pandemi merubah semuanya. Kebiasaan yang biasa aku lakukan sekarang sudah tidak lagi aku lakukan. Bahkan memasuki bulan Ramadhan seperti ini, rasanya berbeda dari tahun sebelumnya. Tidak ada buka bersama, tidak ada tarawih, tidak ada tadarus, tidak ada buka puasa di tengah perjalanan. Sungguh ini sedikit menyiksa tapi sudah kehendak-Nya jadi kita sebagai manusia di bumi harus pasrah dan menghadapinya bersama. Bukan begitu?

Baiklah, semoga covid19 ini segera mereda dan kita semua bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Aamiin.

#Religion matter

Terkadang aku sedih, mengapa dunia ini berputar tidak adil pada setiap orang. Kadang aku kesal, mengapa harus ada hal yang membentengi antar umat manusia. Seperti agama. Agama merupakan suatu hal yang sensitif. Tak terkecuali di Indonesia. Saya merasa sedih ketika agama menjadi batas penghalang antar manusia untuk berinteraksi. Misalnya saja rombongan bercadar yang tidak mau bergaul dengan yang tidak bercadar. Atau anak para Kyai yang menjodohkan anaknya dengan Nyai yang memiliki ilmu agama sederajat dengannya. Baru-baru ini saja lebih tepatnya setahun yang lalu saya menjadi merasa sangat tertekan, mengapa Tuhan menciptakan agama dan segala aturannya.? Mengapa demikian?
Sepertinya saya telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan saya sendiri. Mengapa saya terlahir dengan keluarga seperti demikian? Mengapa tidak seperti.. ah. Hal ini menjadi benteng bagi saya untuk berharap mendapat jodoh terbaik. Memang ada pepatah, sebaik-baik wanita akan mendapat jodoh laki-laki yang baik pula, begitupun sebaliknya. Tetapi aku rasa ini tidak adil. 
Agama seolah menjadi benteng masa depanku.

I don't ask but something keep goin'

Hi, long time no see my cute blog here! Also long time no post here! Now I come with random story of my life. This has happening these days no, not, it's absolutely since my second year of college and I can't resist it. So bad.

So, I couldn't keep my feeling anymore. Dear people, I want to go out from this hell. Ya, nobody want to ignore if someone gives you something right. But this case, not her, but another person who keep thinking I'm such a good person. I'm a good friend. I always help her etc. To be honest.

Sejujurnya ini menjadi beban di pikiranku selama beberapa bulan ini. Aku senang jika ada orang yang membantuku baik secara finansial maupun hanya sekedar memberi makan atau memberi barang. Tetapi, disisi lain, semakin hari aku semakin berpikir. Aku tidak ingin berpikiran negatif. Tetapi..come on. Nothing last forever. Aku tidak berjanji bahwa aku akan ada selamanya di kehidupan ini termasuk di kehidupan seseorang. Aku punya hidup yang terus berjalan dan aku punya kisahku sendiri. Aku punya keluarga yang harus aku naikkan derajatnya baik secara finansial maupun batin. Segala sesuatu yang aku lakukan, tetap keluarga adalah prioritas. Aku tidak ingin masuk di dalam cerita kehidupan orang lain, pun aku tidak mau orang lain ikut campur di dalam kehidupanku. Apalagi sampai mengatur masa depanku, pekerjaanku, skripsiku, kehidupanku, dan lain sebagainya. Tuhan. Jika aku bisa mengulang waktu. Aku tidak ingin menjadi orang yang dekat dengan siapapun. Rasanya lebih baik aku tidak punya teman. Maksudku, aku tidak perlu punya teman dekat atau sahabat atau apalah itu namanya. Aku ingin menjadi orang yang netral. Aku tidak punya sahabat dan aku tidak punya musuh. Itu sekarang yang menjadi prinsip di hidupku. 

We live alone we die alone. Everything else is just an illusion. 

Minggu, 19 April 2020

It's been a while

Hello everyone who accidentally got lost into my blog ....
It's been so long time for me not even touching my blog. I've been busy these days especially the last two years. I have lots of thing to do. Not only doing my excessively college tasks but also my damn mountains of work.
I was applying for job past couple months ago and I accepted to be like a freelancer. But yeah, time flows and so much work to do. I get lack of sleeping, I eat less, I restless, I even not having such a precious time to do my whole college task. I'm so devastated right now. But this is what I'm supposed to do. I have chose my life as now, so I don't have choices but to do them right away. 
Anyway, thank you for reading my story. 
Hopefully I can actively posting in my blog again.
Au Revoir!