Januari, 2020.
Baiklah, semua berawal di tahun 2020 dimana saat itu sedang hiruk pikuk tahun baru serta isu virus corona yang masih belum terlalu booming di Indonesia. Di awal tahun Indonesia dibanjiri berita bencana banjir dan berbagai bencana lainnya and that's just the beginning of 2020. Saat itu aku sedang sibuk membantu teman-teman UKM EC untuk membuat LPJ mereka. Serta sibuk berbagai tugas kuliah. Aku masih belum terlalu sibuk bekerja. Januari adalah bulan UAS semester ganjil dilaksanakan. Aku akan menuju semester 6 saat itu. Kuliah malam dan menghadapi hujan, angin, petir, dan sebagainya. Semua masih terasa normal.
Februari, 2020.
Isu virus corona semakin meluas dan kabarnya sudah sampai di Indonesia. Kuliah baru berjalan selama 2 minggu dan kami semua mahasiswa langsung ditiadakan kuliah tatap muka. Semua berubah begitu saja tanpa persiapan. Padahal awal Februari aku baru saja mendapatkan kontrak kerja freelance penulis di sebuah perusahaan. Semua menjadi WFH/SFH. Aku menghadapi hari-hari beratku bekerja. Awalnya gugup dan sempat ingin putus asa. Namun semua bisa aku lalui dengan baik. Aku diangkat menjadi anggota organisasi tertinggi di kampusku yaitu DEMA. Aku tidak yakin karena aku seperti beberapa orang, aku sibuk, kerja kuliah dan sebagainya. Rumahku jauh sekali. Namun, aku merasa tidak ingin posisi itu kosong. Jadilah aku menjadi sekretaris organisasi tersebut. Aku mencoba menjalankannya dengan penuh tanggungjawab. Meski kuliah malam, kerja, dan rumahku jauh. Aku mencoba menerima ini sebagai bagian dari pengalaman. Aku memang suka mengeluh apalagi di sosial media. Itu sudah menjadi sifatku. Aku mengeluh tapi aku sendiri yang selalu ambis untuk berorganisasi. Aku merasa ingin memiliki semuanya. Aku akui itu.
Maret 2020.
Masa dimana quarantine menjadi trend di seluruh dunia. Dalgona coffee, tiktok dance, zoom meeting, dan sebagainya menjadi gaya hidup. Aku lupa apa yang terjadi pada hidupku. Aku menjalani pekerjaan freelanceku dengan sekuat tenaga. Aku mencoba memahami jobdesk yang aku miliki. Berkali-kali revisi dan sempat membuat pusing. Namun aku bersyukur, aku bisa melewatinya.
Lanjut besok lagi, aku ngantuk hehehe.. see ya!