Sabtu, 14 November 2020

My Whole Life ❤️

Setelah sekian lama aku tidak menyentuh blogku sama sekali. Kali ini aku kepikiran ingin posting sebuah curhatanku di blog ini. Cerita ini dimulai sejak awal tahun hingga saat ini. Berbagai lika-liku kehidupanku akan aku ceritakan disini. Memang berat, dan orang lain tidak akan peduli juga denganku. Aku hanya ingin berbagi cerita.

Januari, 2020. 
Baiklah, semua berawal di tahun 2020 dimana saat itu sedang hiruk pikuk tahun baru serta isu virus corona yang masih belum terlalu booming di Indonesia. Di awal tahun Indonesia dibanjiri berita bencana banjir dan berbagai bencana lainnya and that's just the beginning of 2020. Saat itu aku sedang sibuk membantu teman-teman UKM EC untuk membuat LPJ mereka. Serta sibuk berbagai tugas kuliah. Aku masih belum terlalu sibuk bekerja. Januari adalah bulan UAS semester ganjil dilaksanakan. Aku akan menuju semester 6 saat itu. Kuliah malam dan menghadapi hujan, angin, petir, dan sebagainya. Semua masih terasa normal.

Februari, 2020.
Isu virus corona semakin meluas dan kabarnya sudah sampai di Indonesia. Kuliah baru berjalan selama 2 minggu dan kami semua mahasiswa langsung ditiadakan kuliah tatap muka. Semua berubah begitu saja tanpa persiapan. Padahal awal Februari aku baru saja mendapatkan kontrak kerja freelance penulis di sebuah perusahaan. Semua menjadi WFH/SFH. Aku menghadapi hari-hari beratku bekerja. Awalnya gugup dan sempat ingin putus asa. Namun semua bisa aku lalui dengan baik. Aku diangkat menjadi anggota organisasi tertinggi di kampusku yaitu DEMA. Aku tidak yakin karena aku seperti beberapa orang, aku sibuk, kerja kuliah dan sebagainya. Rumahku jauh sekali. Namun, aku merasa tidak ingin posisi itu kosong. Jadilah aku menjadi sekretaris organisasi tersebut. Aku mencoba menjalankannya dengan penuh tanggungjawab. Meski kuliah malam, kerja, dan rumahku jauh. Aku mencoba menerima ini sebagai bagian dari pengalaman. Aku memang suka mengeluh apalagi di sosial media. Itu sudah menjadi sifatku. Aku mengeluh tapi aku sendiri yang selalu ambis untuk berorganisasi. Aku merasa ingin memiliki semuanya. Aku akui itu.

Maret 2020.
Masa dimana quarantine menjadi trend di seluruh dunia. Dalgona coffee, tiktok dance, zoom meeting, dan sebagainya menjadi gaya hidup. Aku lupa apa yang terjadi pada hidupku. Aku menjalani pekerjaan freelanceku dengan sekuat tenaga. Aku mencoba memahami jobdesk yang aku miliki. Berkali-kali revisi dan sempat membuat pusing. Namun aku bersyukur, aku bisa melewatinya.

Lanjut besok lagi, aku ngantuk hehehe.. see ya!

Jumat, 07 Agustus 2020

Senior Year I'm Coming

Hey guys, what's up? How are you guys? I hope y'all doing alright all the time. Anyway, this has been me again. I'm with all my confusion. No, I mean, when I wrote something to my blog means something happened to me. It can be a happy thing or a sad thing. But this time I'm so devastated of my life. I couldn't imagine how my life beyond. 

I'm now about entering my 7th semester of study. Means, now I'm in a senior year of college. This is my fourth year of college. I'm nearly graduate. But then more problems are coming waiting my ass to welcome them. Ah no. Here we go again. My problems. 

I'm still active in organization while this is maybe my last chance being active in such activity. I'm a member of student senate in my campus. But then I also have so big responsibility toward my position. I'm a secretary. And yes, who else would do such a risky and burden job like me. Huh. I also work as a freelance writer and translation in a company. Well, that's not a heavy job and no deadlines at all. But yes, I got my job getting more difficult but with the same payment as before. I joined the company's group and yeah that's it I couldn't explain anymore. I'm speechless. I just really a little bit cringe because of this. Maybe it's a little bit improvement of the job desk. Okay, that's okay. As long as I can handle it then there's no problem at all. I wish.

Well, now let's come to the main problem here. This September would be my time to register my KRS in campus. I still have at least 5 subjects to complete my study before taking my thesis. Okay, I got it. I just can take both subjects and thesis together this semester. My lecturer also said I should take the thesis in my 7th semester but here is the problem. I do have hesitation whether I could finish it on January or not. If I couldn't finish, then how is my score in thesis which I will take on my KHS? What if I couldn't finish this semester and got D or even worse so it affect my whole GPA? But then how if I don't take my thesis subject this semester but in my 8th semester instead. So I could just focus on one thing. But then, yes again so many people suggest me to take it on 7th semester. And maybe I would consider taking it later. So, at least I have a progress. Then, I just can use my Methodology proposal to submit my chapter 1 of thesis. I just need to put some theories. Well, I have decided I will take it on my 7th semester. Yes I have 10 variable of subjects and 6 thesis variable. I wish I could survive this semester with tears!

I do active in student organization, I do my work at company, I do my 5 subjects, I do my thesis and maybe I do learn something else too!! I need to invest knowledge as much as possible. But at the same time, I often get headache, I easily get stressed, depressed, and even worse than them. I spend a lot of money to buy junk foods, soft drinks, and some unhealthy meals. I don't care as long as I could finish all things I should do, then it's okay. Oh God. Why I live in a such manner?

Anyway, please stay safe and stay healthy everyone. Don't forget to be happy! Now thank you for reading my unpleasant story. I'm so sorry if you are addicted to my life. So, bye! Love you.

Senin, 11 Mei 2020

my body is aching all the time - curhat lulu yang sedang sakit otot dan sendi

Did you know, I'm a student, I'm also a worker. I work as a freelancer. I work literary at 2 companies. One is education company and now I have a break because of covid-19. Another one is I work as a freelancer for script writer. 

I have so much work to do. I'm at my 6th semester of study. I get stuck on two subjects, they are socio linguistics and research methodology. To be honest, I haven't done anything with those two subjects. Yet, those subjects are the most important in this semester because other subjects are just like a business subject and just a minor task. But, I don't know, these two subjects are really really drive me crazy. I'm okay with my work, I can do them on datelines. But I'm not okay with my college task. 

Everyday, I stare at my laptop. Everyday, I type words on my script but not for the task. You know, I get stuck! I can't think anything. 

My place for working all these is not comfortable at all. My body keeps bent down because I don't have a proper study desk. So, I have to sit down on the floor and just using my wooden little table. 

My eyes getting burning all the time. I don't use anti radiation glasses so I use my transparent folder to reduce the brightness from the laptop. My shoulders are getting weak. I have so much pain in my back knee. I bought so many medicine to cure my aching body such as salonpas, hot in cream, counterpain, voltaren, freshcare, and others. 

I have so much pain inside my body. Not my body actually, but my problem occurs in my joints and my muscles. But that really give me so much burden and huge impact that I can't sleep normally. I spend lots of time for lying on my bed. I get headache also and sometimes my throat is getting trouble because of my bad drink habit. I mean I drink lots of sweet taste like coke or instant milk. I don't know, but this is my way for not getting into stress and frustrated of it.

I swear, if getting drunk, smoking, tattooing or piercing are good things to do. I will probably have done it. But, you know, I'm a woman and I'm a muslim. So many barriers that I have to face with. So, I think eating lots of junk food and junk drink is the best way to wreak all of my life obstacles.

No, no.. 

I hope I could pass my life problem here. I have to battle with those two subjects. I have to kill my metopen class and socio linguistics class. I need spirit. I need my spirit. I need my brave and my motivation to do. I can't be beaten by them, I will beat them instead. Yeah, I never give up. I wish next semester is my last semester of college. I'm almost done with college. I'm can't be calm down anymore.

Okay, thank you.
Matur nuwun
Terima kasih

Sabtu, 02 Mei 2020

Too Tired

Hidup ini sangat tidak masuk akal. Mungkin sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini, kita harus banyak bersyukur. Ya, tapi terkadang manusia tidak lah sama dengan manusia lainnya.

Jaman sekarang, kehidupan semakin tidak karuan. Aku tidak tahan lagi harus menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam hidup. Semakin lama, orang semakin terperosok ke jurang yang entah tiada dasarnya. Orang-orang bergantung pada teknologi dan teknologi sangat mengubah gaya hidup seseorang. Sekarang, kita hidup dimana setiap orang berlomba-lomba memamerkan penderitaan hidupnya. Tidak ada gunanya curhat dengan orang lain. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dipercayai. Orang lain saling memanfaatkan satu sama lain. Hilang ketulusan hati bahkan kerelaan hati. Sayang sekali, aku hidup dimasa dimana generasiku mungkin bisa bertahan sampai tahun 2065. Semakin hari dunia semakin tidak karuan. Banyak berita bohong dimana-mana. Orang-orang mengidolakan idola nya secara berlebihan. Aku sebenarnya juga punya idola, tapi aku sadar, semakin aku mengidolakan orang itu, semakin hidupku tidak karuan. Aku terjebak di dunia fantasi, dunia yang tidak akan pernah ada. Kini aku menyadari bahwa aku tidak perlu mengidolakan orang atau artis terkenal. Cukup menikmati karya-karyanya saja, tidak perlu sampai di kehidupan pribadi mereka. Semakin aku tau kehidupan pribadi mereka, semakin aku jatuh pada dunia fantasi yang tidak akan pernah ada. Aku ingin menjadi orang yang netral. Anak-anak seusiaku mungkin sangat menginginkan dunia fantasi mereka terwujud, tapi aku merasa sangat terganggu dengan itu. Aku memutuskan untuk berhenti mengidolakan siapapun. 

Aku benci terlahir di dunia ini. Aku selalu takut menghadapi masa depan. Aku ingin tidak usah dilahirkan saja di dunia ini. Kenapa aku harus menjadi penghuni bumi? Aku harus beribadah, aku harus makan, aku harus bertahan hidup, aku harus belajar, bekerja, sekolah dan lain-lain. Sungguh aku tidak pernah menginginkan hal ini. Aku tau kita semua akan mengalami kematian, bahkan kehancuran, dimana semua yang kita sentuh akan hancur dengan sendirinya. Dunia mungkin masih akan bertahan hingga bertriliun tahun lagi. Tapi kita tidak pernah tau bagaimana evolusi peradaban masa depan yang akan datang.

Sabtu, 25 April 2020

Battle of Corona

Baiklah, teman-teman... keadaan di seluruh dunia tiba-tiba berubah
Bumi lelah menghadapi ulah manusia
Manusia lelah menghadapi manusia
Kini, waktunya bagi mereka untuk istirahat sejenak
Bercengkrama dengan keluarga
Belajar mencintai tempat tinggal kita
Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung
Saatnya kembali merenung
Meratapi nasib kehidupan yang akan datang


Okay, itu hanyalah sebuah bait puisi yang aku tulis secara mendadak beberapa detik sebelum aku mengetik kalimat ini. Hehehe

Yah...sesuai dengan judul postingan kali ini. Pandemi Covid19 sudah berkeliling dunia. Parahnya, dia tidak hanya berkeliling, tetapi ikut campur pada kehidupan setiap individu di dunia ini. Dia menyerang siapapun tanpa mengenal pangkat dan derajat apalagi gender. Semua orang baik tua muda remaja menjadi sasaran empuk baginya. Dia terus-terusan menyerang dan sampai sekarang belum ada yang mampu melawannya.

Kan..ngedumel lagi...sok sastra banget sih lulu ini...

OK. Guys, sejujurnya ini sungguh-sunggu menyiksaku. Tapi bagaimana pun juga, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Ya.. mungkin kita kurang bersyukur saja selama ini sudah hidup beberapa tahun di bumi. Sejak kejadian ini, aku tidak pernah menyetuh bebek honda kesayanganku lagi. Aku tidak pernah memberinya makan. Jas hujan yang baru saja aku beli karena yang lama sudah sobek juga tidak pernah terpakai sekalipun. Helm ku berdebu di rumah, sepatuku berbaris rapi di rak. Aku tidak pernah mencuci kaos kakiku lagi. Aku pun tidak perlu repot-repot mencari peniti untuk dipakai di hijabku. 

Aku tidak pernah menyetuh lift kampusku, aku tidak menikmati rasanya buka puasa di kampus yang setiap harinya disuguh kurma dan teh panas. Aku tidak bisa merasakan dinginnya AC di setiap kelas. Aku tidak lagi merasakan betapa lelahnya berjam-jam melawan arus macet di jalan gejayan, jalan kaliurang dan sebagainya. Aku tidak pernah bertemu teman-teman dan dosen lagi. 

Aku tidak lagi bersusah payah bikin materi atau soal untuk ku ajarkan pada anak-anak yang les bahasa inggris di selatan kampus UII. Aku juga tidak pernah datang lagi ke kantor dimana aku bekerja tepat di ringroad utara yang jauh disana. Semua hal yang membuatku lelah secara fisik tiba-tiba break.

Aku tidak lagi merasakan bagaimana aku setiap hari mampir ke Indomaret untuk sekedar membeli minuman botol, coca cola, pristine, atau sariroti. Aku juga tidak bisa curang jajan di mekdi setiap kali aku merasa stress terhadap dunia perkuliahan dan pekerjaanku. Aku tidak bisa curang jajan caddburry atau silverqueen atau dove supaya aku bisa tenang. Aku tidak bisa jajan sepuasnya yang aku mau karena aku harus berada di rumah setiap hari dan pola makanku sangat terjaga. 

Yah...sebuah pandemi merubah semuanya. Kebiasaan yang biasa aku lakukan sekarang sudah tidak lagi aku lakukan. Bahkan memasuki bulan Ramadhan seperti ini, rasanya berbeda dari tahun sebelumnya. Tidak ada buka bersama, tidak ada tarawih, tidak ada tadarus, tidak ada buka puasa di tengah perjalanan. Sungguh ini sedikit menyiksa tapi sudah kehendak-Nya jadi kita sebagai manusia di bumi harus pasrah dan menghadapinya bersama. Bukan begitu?

Baiklah, semoga covid19 ini segera mereda dan kita semua bisa beraktivitas seperti biasanya lagi. Aamiin.

#Religion matter

Terkadang aku sedih, mengapa dunia ini berputar tidak adil pada setiap orang. Kadang aku kesal, mengapa harus ada hal yang membentengi antar umat manusia. Seperti agama. Agama merupakan suatu hal yang sensitif. Tak terkecuali di Indonesia. Saya merasa sedih ketika agama menjadi batas penghalang antar manusia untuk berinteraksi. Misalnya saja rombongan bercadar yang tidak mau bergaul dengan yang tidak bercadar. Atau anak para Kyai yang menjodohkan anaknya dengan Nyai yang memiliki ilmu agama sederajat dengannya. Baru-baru ini saja lebih tepatnya setahun yang lalu saya menjadi merasa sangat tertekan, mengapa Tuhan menciptakan agama dan segala aturannya.? Mengapa demikian?
Sepertinya saya telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan saya sendiri. Mengapa saya terlahir dengan keluarga seperti demikian? Mengapa tidak seperti.. ah. Hal ini menjadi benteng bagi saya untuk berharap mendapat jodoh terbaik. Memang ada pepatah, sebaik-baik wanita akan mendapat jodoh laki-laki yang baik pula, begitupun sebaliknya. Tetapi aku rasa ini tidak adil. 
Agama seolah menjadi benteng masa depanku.

I don't ask but something keep goin'

Hi, long time no see my cute blog here! Also long time no post here! Now I come with random story of my life. This has happening these days no, not, it's absolutely since my second year of college and I can't resist it. So bad.

So, I couldn't keep my feeling anymore. Dear people, I want to go out from this hell. Ya, nobody want to ignore if someone gives you something right. But this case, not her, but another person who keep thinking I'm such a good person. I'm a good friend. I always help her etc. To be honest.

Sejujurnya ini menjadi beban di pikiranku selama beberapa bulan ini. Aku senang jika ada orang yang membantuku baik secara finansial maupun hanya sekedar memberi makan atau memberi barang. Tetapi, disisi lain, semakin hari aku semakin berpikir. Aku tidak ingin berpikiran negatif. Tetapi..come on. Nothing last forever. Aku tidak berjanji bahwa aku akan ada selamanya di kehidupan ini termasuk di kehidupan seseorang. Aku punya hidup yang terus berjalan dan aku punya kisahku sendiri. Aku punya keluarga yang harus aku naikkan derajatnya baik secara finansial maupun batin. Segala sesuatu yang aku lakukan, tetap keluarga adalah prioritas. Aku tidak ingin masuk di dalam cerita kehidupan orang lain, pun aku tidak mau orang lain ikut campur di dalam kehidupanku. Apalagi sampai mengatur masa depanku, pekerjaanku, skripsiku, kehidupanku, dan lain sebagainya. Tuhan. Jika aku bisa mengulang waktu. Aku tidak ingin menjadi orang yang dekat dengan siapapun. Rasanya lebih baik aku tidak punya teman. Maksudku, aku tidak perlu punya teman dekat atau sahabat atau apalah itu namanya. Aku ingin menjadi orang yang netral. Aku tidak punya sahabat dan aku tidak punya musuh. Itu sekarang yang menjadi prinsip di hidupku. 

We live alone we die alone. Everything else is just an illusion. 

Minggu, 19 April 2020

It's been a while

Hello everyone who accidentally got lost into my blog ....
It's been so long time for me not even touching my blog. I've been busy these days especially the last two years. I have lots of thing to do. Not only doing my excessively college tasks but also my damn mountains of work.
I was applying for job past couple months ago and I accepted to be like a freelancer. But yeah, time flows and so much work to do. I get lack of sleeping, I eat less, I restless, I even not having such a precious time to do my whole college task. I'm so devastated right now. But this is what I'm supposed to do. I have chose my life as now, so I don't have choices but to do them right away. 
Anyway, thank you for reading my story. 
Hopefully I can actively posting in my blog again.
Au Revoir!

Sabtu, 15 Februari 2020

Pengalaman Kuliah di ISI Yogyakarta-Kuliah

Haiii, beberapa tahun yg lalu aku janji mau posting pengalaman kuliah di ISI Yk, karena postingan sebelumnya itu masih pengalaman ospek ya, dan aku lihat interest kalian cukup banyakk, jadi aku lanjutkan post pengalaman kuliahku selama 2 semester dan di awal semester 3ku kuliah disana..

Let's check it out!

Pengalaman kuliah ku ini merupakan pengalaman yang aku alami sendiri, dan terjadi saat aku semester 1, 2, dan awal semester 3 karena semester 3 aku sudah pindah kampus. Btw kalau ada yang belum tau, jadi aku di ISI ini ambil jurusan D3 Batik Fashion, dibawah Departemen Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa. Mungkin kalau kalian mengincar untuk ambil jurusan musik, tari atau film, akan berbeda sekali pengalamannya, tapi kalau kalian mau masuk seni rupa, I think this is the right place for you :) gak beda jauh sama jurusan lain sih, mungkin lebih beda di tugas-tugas kuliahnya aja kalau per jurusan di fakultas ini. Secara lingkungan atau sosialnya, ya hampir sama lah.

Buat yang nanya kenapa aku pindah kampus, yang jelas aku tidak akan pindah kampus tanpa alasan yang kuat ya teman-teman. Jadi pindah kampusku ini bukan karena aku tidak nyaman, salah jurusan, punya masalah sama kating/dosen, atau alasan sepele lainnya, tapi ada alasan yang lebih kuat dan ini cukup privasi. But, aku masih cinta sama kampus ini guys, sungguh. Malah bulan Desember 2019 kemarin, aku sempet ikut jadi volunteer fashion show TA nya anak Batik dan Kriya!

Udah deh langsung aja yuk ini dia ...............

Semester 1 ini masih jadi maba unyu gitu
Masih polos dan suci
Belum penuh dosa
Hehehehe
Seminggu pertama (Senin-Jumat) hanya perkenalan, biasalah kalau ini apalagi maba
Minggu kedua mulai pengenalan mata kuliah

Disini aku mendapat mata kuliah sebagai berikut :
Sekalian semester 2
- Desain Elementer 1,2
- Ornamen 1,2
- Gambar bentuk
- Seni batik tradisional 1,2
- Teknik pewarnaan Batik 1,2
- Agama
- Ilmu bahan
Sudah 7 kan?
Iya semester ini ada 7 mata kuliah
Semester 2 ada matkul diatas (yang ada 2 nya) dan tambahan sbb:
- Estetika
- Bahasa Indonesia
- Desain fashion

Desain elementer ini mata kuliah yang mendasari mata kuliah lain
Artinya ini merupakan dasar yang paling dasar
Mata kuliah ini kita mengenal bentuk dan warna
Kalau dulu waktu SMK ini namanya Nirmana
Ya pelajarannya memang agak tidak jelas
Bikin gambar yang asal-asalan tapi harus sesuai prinsip nirmana
Harus paham segala jenis warna
Baik warna dingin, panas, netral
Komplementer, bersebrangan, bertentangan
Harus paham karakter garis pula
Garis lurus dan lengkung
Ya gitu deh kalau kamu orang seni rupa pasti bakal paham
Di semester 1 ini tugas cukup banyak juga
Tiap pertemuan dikasih 3 tugas
1 harus selesai di kampus
2 sebagai PR dan dikumpul minggu depan
Dulu aku setiap senin ada matkul ini
dari jam 8.30 sampai jam 11.30
Perlu membawa berbagai peralatan seperti pensil, penghapus, penggaris
Kemudian cat air, pallet, kuas, tissue, tempat air, jangka, dll
Ribet
Diakhir semester semua tugas dijilid hardcover
Semacam portofolio gitu, buat penilaian UAS
dan tentunya menghabiskan banyak uang
Pertama untuk tugas karya itu sendiri kita perlu uang untuk membeli cat yang bagus kualitasnya tapi ya gak harus yang mahal bgt juga, kalau aku waktu itu pakai mouwilek (gak tau tulisannya gimana) sejenis cat tembok pokoknya yang dicampur sama sendi itu, ini aku beli di toko cat, bukan toko alat lukis, sekitar 60rb an, kalo di toko alat lukis mungkin lebih mahal, tergantung sih
Terus buat kuas juga harus punya dari berbagai ukuran dari yang paling kecil hingga kuas untuk ngeblok, kuas ini aku beli di toko alat lukis dgn harga sekitar 10rb per kuas, dan aku beli berbagai macam ukuran dari 0,sekian sampai yang gede, dengan bentuk kuas kotak gepeng, dan lancip
Terus kertas hitam untuk dasar jilid an nya, pakai kertas linen, habis sekitar 60rb, buat beli kertasnya sebanyak 12pcs sekaligus dipotong jadi 4 kertas per lembar
Terus kertas kalkir atau buat pembatas karya di jilid annya, ini agak murah tp ya gak murah bgt
Terus biaya jilid hard cover, sekitar 40rb, agak lupa, tapi menjelang hari H pengumpulan, tempat jilidku ini biasanya menaikkan harga, pegawainya tau kapan kampusku ujian
Tempat aku beli peralatan dan bahan, dan jilid tugas itu semua beda-beda gais, ada yang di utara, deket kampus, ada yang deket malioboro, ada yang disini, disitu lah pokoknya aku hampir muterin jogja hahaha
Itu baru tugas UAS 1 mata kuliah aja, belum yang lain
Pokoknya, harus banyak sabar, banyak tenaga, dan penuh perjuangan banget hehe
But it doesn't matter
Hal ini berlaku juga di mata kuliah ornamen
Waktu itu aku sedang tidak banyak uang jadi aku hemat hemat banget
Pakai kertas hitam yang murah lalu ku potong sendiri 1 lembar jadi 5 kertas
Kemudian kertas putih juga hanya pakai kertas minyak yang murah
Terus cat pun aku cari yang murah
Kuas juga hanya sisa sisa peralatan waktu SMK

Ornamen
Disini kita belajar ornamen dari mulai dasar yak
Pertama suruh bikin tugas gitu agak absurd tapi ya memang nyatanya begitu
Pakai buku gambar A4 30 halaman digaris tepi
Halaman pertama bikin garis miring ke kanan sampai penuh minimal 2 cm
Halaman kedua garis miring ke kiri
Halaman selanjutnya berbagai bentukgaris seperti lengkung gelombang kotak dan lain lain
Pokoknya dari tugas itu bisa dilihat kamu orangnya seperti apa
Dosen saya bisa melihat oh si A ini orangnya sabar dan telaten
Si B orangnya suka buru buru dan tidak sabaran
Si C awalnya konsisten sabar tapi cepat bosan jadi garis tidak teratur lagi
Ya gitu deh
Sederhana tapi mengena banget tugasnya
Seni memang luar biasa
Dosenku juga luar biasa
Mahasiswanya juga tak kalah luar biasa
Selanjutnya diajarkan materi stilasi
apa itu stilasi? Silahkan searching sendiri
Pokoknya gambar hewan atau benda lain dibikin beda tapi masih terdapat unsur benda tersebut
Maksudnya kita harus kreatif mendesain sesuatu merubah bentuknya tanpa menghilangkan keaslian objek tersebut
Yak gimana jelasinnya nih aku belibet banget
Ya gitulah anak seni rupa pasti paham
Karena seni tidak bisa dijelaskan dengan kata kata
Hanya karya lah yang mampu berbicara
Eakk

Gambar bentuk
Ini aku suka sih lumayan
Tiap hari jumat
di ruang gedung logam
Setiap pertemuan ada objek yang dijadikan gambar secara langsung
Kita harus paham bagaimana pencahayaan objek tersebut
Awalnya hanya hitam putih menggunakan pensil
Lama lama kita disuruh mewarnai pakai pensil warna
Terus pakai cat air
Gambar harus dibuat se realis mungkin
Duh, susah susah gampang sih
Tapi aku pernah dapet nilai 95 waktu gambar bentuk buah-buahan
Nilai terjelekku 75 pas gambar blezer hmm

Seni batik tradisional
Ini setiap kamis kalau tidak salah
Paling banyak sks nya
Yakni 4 sks
Sehingga memang butuh pengorbanan yang cukup berat
Untuk d3 Batik fashion semester 1 sudah disuruh buat selendang
50x1,5 m
Dengan motif tradisional
Paling awal yakni membuat konsep
Mau pakai motif apa
Kalau aku dulu pakai motif kawung khas jogjakarta tercinta ini
Terus ditambah apa saja sesuai kreatifitas
Waktu itu ku tambah motif burung
Membuat selendang tidak boleh sembarangan
Ada beberapa elemen
Seperti motif utama
Pinggiran
Tumpal
Lalu apa itu namanya yang ditengah lupa aku duh
Prosesnya lumayan lama
Karena harus mendesain
Membatik
dan Mewarnai sendiri
Itulah kenapa batik tulis harganya mahal
Prosesnya lama dan ribet
Makanya mahal
Tapi ini karya seni asli Indonesia
Jadi harus bangga dengan produk negeri ya guys
Jangan meremehkan profesi pembatik, pelukis, penjahit, atau apapun itu
Karena semuanya memiliki effort masing-masing

Hm btw kalau aku jelasin per mata kuliahnya satu-satu bakal panjang banget
Aku persingkat aja ya

Jadi karena aku ini jurusan batik dan fashion
Tentunya setiap karya batik mengarah untuk diaplikasikan ke dunia fashion
Tapi tidak dipungkiri juga untuk diarahkan ke karya 2D sekedar pajangan/hiasan

Selama aku semester 1, aku diberi tugas membuat selendang batik
Bahan nya aku pakai kain mori harga 15rb/m
Canting satu paket harga 10rb
Terus aku inisiatif beli kompor listrik sendiri biar bisa ngerjain tugas di rumah
Kompornya harganya 150rb
Kadang aku juga beli bahan pewarna sendiri sih, harganya beda-beda
Biasanya aku beli perlengkapan batik ini di toko prawoto yang ada di deket objek taman sari
Orang jogja atau yang tau pasti tau lahh
Disana lengkap perlengkapan batik

Diakhir semester, dosen ngasih tau kalau beberapa karya, ada yang diminta sama beliau
Karena ada yang minat
Kebetulan selendangku ini ternyata diminta dosen
dan...
Ya taulah, selendangku laku guys wkwk
Lumayan yaa, buat balik modal, malah lebih deh
Nggak nyangka aja gitu
Kalau bikin karya itu emang harus dari hati guys, dan harus banyak sabar
Insyaallah akan ada reward nya nanti

Yah, aku rasa sekian dulu cerita pengalaman kuliah ku di kampus ISI Yk tercinta ini.
Next aku sambung lagi ke part 2, lebih ke sosial life nya yah
Karena yang part ini aku lebih bahas ke kuliahnya, tugas tugas, dan sebagainya

Kalau kamu pengen tau lebih detail, atau mau lihat karya-karyaku, bisa hubungin aku di instagram @luluaundhia yaa guys, jangan malu mau tanya-tanya apa aja boleh kok

Once again, thank you for your attention
Have a great day!